Tampilkan postingan dengan label KESEHATAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KESEHATAN. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 April 2013

Program “Satu SKM Satu Desa” untuk Indonesia Sehat


Menanggapi berbagai persoalan klasik tentang masalah kesehatan masyarakat dunia termasuk indonesia, baik penyakit tidak menular maupun menular. Hal tersebut menjadikan indonesia yang merupakan negara berkembang harus berusaha lebih keras dengan menganalisis permasalahan yang ada kemudian mencoba memperbaiki segera masalah dengan berbagai cara yang dianggap paling efektif dan efesien. Berbagai organisasi kesehatan terutama sektor pemerintah mulai gelisah baik karena kepedulian terhadap kesehatan atau karena sebuah tekanan dari kebijakan dunia, negara maupun masyarakat. Permasalahan tersebut telah ditemukan dan ditetapkan dalam sebuah perencanaan pembangunan kesehatan, salah satu diantaranya adalah permasalahan sumber daya kesehatan (SDM). Pemerintah dan berbagai organisasi profesi telah menetapkan gebrakan baru yang dianggap mampu mengatasi permasalahan SDM diantaranya adalah tenaga kesehatan masyarakat (SKM). Permasalahan kualitas dan kuantitas SDM merupakan  salah satu faktor penting dalam pembangunan kesehatan selain pembiayaan.
Menjamurnya pendidikan kesehatan masyarakat di Indonesia bisa dikatakan sangat subur hal ini terbukti dengan telah berdiri dan beroprasionalnya 143 perguruan tinggi (PT) tingkat sarjana, 24 PT tingkat Magister dan 2 PT untuk tingkat doktor baik negeri (PTN) maupun swasta (PTS), yang menurut data sampai maret 2010, 70% tingkat sarjana dan 80 % tingkat magister belum terakreditasi (EPSBED.Dikti, 2010). Pendidikan kesehatan termasuk SKM dianggap sebagai peluang bisnis yang menjanjikan khususnya bagi para pengusaha atau pemilik modal PTS aelain alasan untuk membantu pendidikan masyarakat atau alasan positif lainya (pernah mendengar sendiri, ada pendiri pernah mengatakan demikian). Sayangnya menjamurnya pendidikan SKM di indonesia belum mengedapankan kualitas sasaran, hal ini terbukti dengan banyaknya perguruan tinggi yang belum bisa memenuhi standar minimal (SDM, kurikulum, sistem pendidikan, laboratorium, dll) pendirian program studi/perguruan tinggi secara nyata, hal ini justru menimbulkan brbagai pertanyaan, bagaimanakah pihak pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan Nasional/Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bisa mengeluarkan surat ijin perpanjangan, pendirian dan pembukaan prodi SKM tersebut. (Dapat di lihat pada daftar rujukan Materi Dr.Emma dan Dr.Setiawan di kahir tulisan ini)
Selain itu permasalahan yang juga tidak kalah penting adalah ketika para SKM telah selesai pendidikan, akankah mereka mengembangkan dan mengamalkan ilmunya, siap dan mampu berkreatifitas dan berkarya dengan jalur yang telah dipilihnya hingga finish atau mereka melupakan latar belakang mereka hingga merubah haluan dan tujuan semula karena demi mempertahankan hidup, mengisi perut dan membantu ekonomi kaluarga atau bahkan beralih menekuni bidang ilmu yang lebih menjanjikan. Sudah sewajarnya organisasi pendidikan dan profesi (IAKMI, PERSAKMI, AIPTKMI, dan organisas lain dalam disiplin ilmu kesmas) peduli terhadap saudara-saudara kita yang selama ini telah tercetak (lulusan/SKM) dan akan tercetak (mahasiswa).
Jika pemerintah berkomitmen untuk memprioritaskan upaya promotif dan preventifnya, maka sebagai konsekuensinya tentu pendanaan juga harus disiapkan, jika kesehatan masyarakat terjamin dan meningkat maka produktifitas manusia juga akan meningkat yang akhirnya berdampak kepada peningkatan ekonomi negara dan timbal balik dari negara adalah membantu mensejahterakan masyarakat termasuk SKM yg memiliki potensi tapi tak berdaya, disitulah letak hubungan timbal balik mutualisme antara masyarakat dalam hal ini SKM dengan pemerintah atau bangsa Indonesia.
Secara rinci sebagian permasalan pembangunan kesehatan Indonesia adalah kekurangan SDM termasuk tenaga kesehatan masyarakat. Kekurangan yang sangat signifikan tenaga kesmas dan persebaranya di Indonesia menjadi salah satu penyebab yang mengakibatkan melambanya pembangunan kesehatan. Jika merujuk bahwa keberhasilan pembangunan kesehatan itu 80 % ditentukan oleh SDM selain pembiayaan tentu upaya realisasi masalah tersebut perlu dikedepankan. Saat ini berdasarkan data pusat perencanan dan pembangunan tenaga kesehatan 2011, ketersediaan tenaga kesmas di indonesia hanya 6.505 orang padahal berdasarkan kebutuhan kesehatan masyarakat di puskesmas saja mencapai 26.964 orang sehingga kekuranganya mencapai 21.131 orang. berdasarkan data permasalahan kekurangan SDM tersebut tentu hal ini akan sulit terealisasi dan hanya akan menjadi sebatas program dan rencana diatas kertas tanpa adanya usaha nyata untuk mencapai kekurangan tersebut, meskipun secara produksi tenaga kesmas di Indonesia telah berjumlah 143 PT tingkat sarjana yang tersebar di seluruh wilayah provinsi Indonesia. (Lihat materi Dr.oscar kebijakan nasional dan pemberdayaan SKM)
Isu besar kesehatan lain saat ini ialah masalah adekuasi (memadai) dan sustainabilitas (keberlanjutan) dari pembiayaan kesehatan di Indonesia, khususnya pembiayaan pemerintah. Diskusi tentang “apakah anggaran saat ini cukup? Atau kurang?, menjadi perdebatan yang hangat. Jika melihat kebutuhan akan dana program dari pemerintah yang digulirkan melalui APBN (Pusat) dan atau APBD (Propinsi dan Kabupaten Kota), maka bisa dikatakan bahwa anggaran kesehatan Indonesia relative sangat kecil (hanya 1.7% dari total belanja pemerintah). Tetapi isu menarik berikutnya adalah adanya sisa anggaran yang tidak terserap di kementrian kesehatan. Data pasti belum terkumpul, namun kejadian sudah terlihat bertahun-tahun seperti berikut ini. (lihat materi Review kebijakan penganggaran dan hasil diskusi anggaran Kemenkes RI di UGM, Apakah Kurang_Kenapa Ada Sisa_2011, diakhir tulisan ini)
Serapan dana Pemerintah Untuk Kesehatan
Serapan Anggaran Dana Kemenkes_Alokasi & Realisasi
Serapan Anggaran Dana Kemenkes_Alokasi & Realisasi
Hasil diskusi kebijakan pembiayaan kesehatan tahun 2011 di UGM selengkapnya dapat dilihat dan di unduh disini.
Merespon hasil diskusi ilmiah dan beberapa pertemuan ilmiah terkait tenaga kesehatan (SKM), penganggaran kesehatan dan permasalahan kesehatan selain yang telah dipaparkan sebelumnya, kita sendiri menyadari bahwa permasalahan yang sedang kita hadapi saat ini cukup komplek, paling tidak bagaimana kita berusaha menyelesaikan satu permasalahan pembangunan kesehatan Indonesia (SDM) untuk bisa menyelesaikan permasalahan yang lain dengan tetap mengacu pada pokok-pokok MDGs.
Jika rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN I-IV) Indonesia tidak akan mengalami perubahan seperti dalam konsep berikut ini
Arah pengembangan Nakes terhadap RPJMN
Arah pengembangan Nakes terhadap RPJMN
Maka sebuah usulan program “Satu SKM Satu Desa” untuk Indonesia sehat, menjadi sebuah alternatif solusi yang tepat. Jika di analisis secara umum tentang latar belakangmengapa muncul usulan tersebut ?, maka secara ringkas dapat saya gambarkan sebagai berikut.
Masalah Tenaga SKM
Indikator keberhasilan pembangunan kesehatan WHO
KEBUTUHAN NAKES SKM di Puskesmas 2010
distribusi tenaga kesmas di indonesia
persebaran SKM tingkat Puskesmas _www.bppsdmk.depkes.go.id_agregat_
Persebaran SKM tingkat Puskesmas _www.bppsdmk.depkes.go.id/agregat/
UU No.36_2009_tenaga SDM 2
UU No.36_2009_tenaga SDM
Program Satu SKM untuk Satu Desa
Program Satu SKM untuk Satu Desa
Kerangka Pikir untuk program Satu SKM satu Desa
Kerangka Pikir untuk program Satu SKM satu Desa
Dengan adanya perencanaan program “Satu SKM Satu Desa” untuk Indonesia sehat, di harapkan program ini menjadi lebih terarah dan jelas untuk menjadi sebuah alternatif solusi atas permasalahan pembangunan kesehatan dan permasalahan SKM seperti berikut.
  1.  Membantu mempercepat dan memperjelas realisasi pembangunan kesehatan sesuai RPJMN 1-4.
  2.  Meningkatkan Mutu SDM, selain peningkatan mutu pendidikan, dengan semakin bertambahnya SKM yang diberdayakan untuk masyarakat dan bangsa maka diharapkan kualitas SKM akan ikut meningkat hal ini berdasarkan filsafat, ilmu akan bertambah dan meningkat jika ilmu itu digunakan/diamalkan dan mencoba fokus pada permasalahan yang dihadapi.
  3.  Masalah MDGs yang saat ini masih belum tercapai terutama MDG 4, 5 dan 6 akan bisa tercapai lebih baik.
  4.  Mencapai penyebaran tenaga Nakes (SKM) yang adil dan merata diseluruh penjuru  nusantara sekaligus membantu membangunkan dan mempercepat program kelurahan/desa siaga aktif yang hampir terabaikan.
  5.  Kesehatan masyarakat akan meningkat sehingga produktifitas masyarakat meningkat dan akhirnya berdampak positif kepada perekonomian masyarakat dan negara, sehingga masyarakat akan lebih sejahtera (indikator keberhasilan pembangunan kesehatan WHO, 80 % ditentukan SDM baik kuantitas maupun kualitas).
Demikian sedikit ulasan sederhana mengenai latar belakang dan gambaran secara umum tentang kemunculan sebuah usulan program “Satu SKM Satu Desa” untuk Indonesia Sehat (Terobosan baru program Indonesia sehat). Program ini merupakan tanggapan dan masukan sekaligus merincikan tentang permasalahan pembangunan kesehatan dalam hal  indikator SDM, Saya berharap kepada pembaca dan saudara-saudara sejawat SKM atau para ahli kesehatan, khususnya ahli kesehatan masyarakat untuk bisa melihat program tersebut bukan dari siapa ide ini muncul tapi silahkan lihat apa dampak dan manfaat program tersebut untuk masyarakat dan saudara-saudara kita (SKM). Saya mohon maaf jika dalam penulisan usulan konsep program ini kuranglah baik dan jauh dari sempurna, seperti pepatah “Tak Ada Gading yang Tak Retak”. Oleh karena itu kritik, saran dan masukan dari berbagai pihak khususya tenaga kesehatan masyarakat sangat diharapkan untuk keberhasilan pembangunan kesehatan berbasis pemberdayaan ini.
NB : Karena program ini direncanakan akan diusulkan menjadi program nasional akan lebih baik jika pemerhati dan penggiat kesehatan masyarakat (IAKMI, PERSAKMI, AIPTKMI, ISMKMI, PAMI) dan organisasi profesi lainya dalam disiplin ilmu kesehatan masyarakat) untuk bisa membagikan dan mendiskusikan program Satu SKM Satu Desa” untuk MDGs (Terobosan baru program Indonesia sehat) demi kesempurnaan konsep tersebut. Terimakasih.
Berikut ini saya lampirkan beberapa materi dalam pertemuan ilmiah yang sebagian menjadi daftar rujukan latar belakang munculnya program diatas.
  1. Review kebijakan penganggaran kesehatan RI. pdf
  2. Review Hasil Diskusi Anggaran Kemenkes RI di UGM, Apakah Kurang_Kenapa Ada Sisa_2011. pdf
  3. Materi Kebijakan Nasional Pengembangan & Pemberdayaan SKM_1st IPHSS 2011.
  4. Prospek Lulusan SKM di Sektor Pemerintahan_Sidin Kemenkes RI 1st IPHSS 2011.
  5. Prospek Lulusan SKM di Sektor Swasta_Materi Imran (Pertamina)_1st IPHSS 2011.
  6. Prospek Lulusan SKM di layanan Kesehatan_Materi Wasista Budiwaluyo_1st IPHSS 2011.
  7. Materi Prof. Tjipto_Perkembangan Kurikulum KesMas_1st IPHSS 2011.
  8. Materi Prof.Veny Hadju_Reformasi Kurikulum Kesmas.
  9. Materi & CV Adang Bachtiar_Globalisasi dan Pendidikan SKM.
  10. Materi Dr. Setiawan_HPEQ Program Sebagai Pijakan Awal Perbaikan Sistem Pendidikan Kesehatan Masyarakat.
  11. Materi Dra. Emma_Respon & Roadmap program HPEQ Kesmas 2010-2015.pdf
Salam sehat dan salam juang SKM.

Sabtu, 27 April 2013


Aku bekerja disebuah Puskesmas di kepulauan Kalimantan Barat yang secara geografis terletak di wilayah Kabupaten Kayong Utara tepatnya di Desa Tanjung Satai Kecamatan Pulau Maya. Beberapa bulan yang lalu Kecamatan ini bernama Kecamatan Pulau Maya Karimata karena masih bergabung dengan pulau karimata dalam satu kecamatan. Jadi tepatnya saya bekerja Puskesmas Tanjung Satai Kecamatan Pulau Maya Kabupaten Kayong Utara. Tepat pada tanggal 27 September 2011 Kecamatan Kepulauan Karimata memekarkan diri menjadi kecamatan baru di Kabupaten Kayong Utara tapi untuk bidang kesehatan kecamatan baru tersebut tetap dalam wilayah kerja Puskesmas Tanjung Satai. 
Puskesmas kami mungkin agak lain dari puskesmas yang ada di kabupaten lain di Kalbar, karena tidak memiliki Kepala Puskesmas melainkan Koordinator Puskesmas dan di jajaran strukturan pemerintahan kecamatan ada Kasi Kesehatan yang secara jelas memegang kuasa penuh administrasi dan kepegawaian puskesmas, sementara koordinator menjalankan tugas secara fungsional berkaitan dengan pelayanan puskesmas. Saya sendiri belum tau pasti arah kebijakan kedepan seperti apa namun yang pasti sistem seperti ini baru saya temukan disini yang katanya merujuk pada salah satu kabupaten di Provinsi Bali yang menerapkan sistem ini pada bidang kesehatannya. Mungkin ini awal yang baik dalam membangun sistem yang lebih baik kedepan sesuai dengan undang-undang dan peraturan pemerintah yang berlaku seperti halnya diberbagai kabupaten lain di Indonesia. 

Puskesmas Tanjung Satai memiliki wilayah kerja yang cukup luas meliputi daerah-daerah kepulauan yang ada di kabupaten kayong utara yang terdiri dari 8 Desa binaan dengan jarak tempuh antar pulau cukup jauh sekali dan hanya bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan air seperti kapal nelayan, kapal perintis dan kapal tambang. 
Walaupun secara geografis jarak tempuh selalu menjadi masalah dalam memberikan pelayana kesehatan kepada masyarakat namun Puskesmas Tanjung Satai tidak membiarkan begitu saja masalah tersebut terjadi, Puskesmas pun berinisiatif membuat program-program yang mampu menjangkau seluruh masyarakatnya agar mendapatkan pelayanan kesehatan melalui Program Puskesmas Apung dan Program Pelayanan Kesehatan Kepulauan dimana kedua program tersenut memiliki tujuan yang sama tetapi dengan konsep yang berbeda. 

1. Puskesmas Apung 
Puskesmas Apung dilaksanakan minimal 8 kali perjalanan dalam 1 tahun dengan waktu perjalanan selama 7 hari. untuk melakukan pelayanan kesehatan dasar seperti pengobatan, konsultasi kesehatan, dan penyuluhan yang hanya menjangkau daerah pesisir pulau yang dapat disinggahi oleh kapal. Kegitan ini merupakan kegiatan lintas sektor karena Dinas Kesehatan bekerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan yang meminjamkan kapal mereka untuk keperluan pelayanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Kayong Utara. 

2. Pelayanan Kesehatan Kepulauan 
Puskesmas melaksanakan program ini setiap bulan dengan waktu perjalanan sellam 10 hari untuk melakukan pelayanan kesehatan dasar khusus untuk masyarakat kepulauan yang berada didaerah terpencil jauh dari pesisir pulau. khusus untuk kegiatan ini melalui lintas program yang ada di puskesmas. Masing-masing program terkait ikut serta dalam tim untuk melaksanakan tugasnya masing masing di tiap kepualuan. 

Jika bicara soal tantangan maka jelas sekali petugas yang melaksanakan tugas tersebut memiliki tantangan yang cukup berat untuk mengarungi lautan luas yang tak tau kapan ombak dan badai menghantam mereka. 

Jika sudah berada dalam perjalanan maka mereka hanya bisa berdo'a dan tawakkal sepenuhnya kepada tuhan. Jika tugas kami untuk kebaikan ummat manusia maka selamatkanlah kami ya tuhan.... itulah do'a yang selalu terdengar jika kapal mulai dihantam ombak besar.... 
Itulah sekelumit tentang Puskesmas Tanjung Satai tempatku bekerja, asik rasanya tapi penuh tantangan...

Sabtu, 19 November 2011

Tips Membersihkan Paru-Paru Dari Asap Rokok



aa2
Mungkin anda seorang perokok, atau dalam kehidupan anda anda terpaksa berada di ingkungan para perokok, berikut ini cara yang bisa anda lakukan dalam usaha untuk membersihkan paru - paru anda, atau paling tidak , akan meminimalisir bahaya rokok terhadap tubuh anda , terutama pada paru - paru anda …
…………………………………………………………………………………………
1. Omega3
Pemberian makanan yang kaya akan omega-3 pada penderita penyakit gangguan paru-paru kronik (Chronic obstructive Pulmonary Diseases/COPD) dapat memperbaiki fungsi paru-paru penderita penyakit tersebut. Hal ini ditunjukkan dengan adanya penurunan serum, tingkat produksi lendir serta perbaikan gejala pada penderita COPD.
sss
…………………………………………………………………………………………
2. Kedelai
Berikut petikan berita Kedelai Perbaiki Paru-Paru :
“MENGONSUMSI makanan dan minuman yang mengandung banyak kedelai dapat memperbaiki fungsi paru-paru dan mengurangi serangan penyakit sesak nafas kronis.
Tim studi yang dipimpin Fumi Hirayama asal Jepang meneliti 300 pasien sesak nafas dan 340 orang sehat mengenai konsumsi kedelai. Hasilnya, mereka yang mengonsumsi produk-produk yang mengandung kedelai ada hubungannya dengan membaiknya fungsi paru-paru dan turunnya risiko terkena sesak nafas.
“Setelah diteliti, flavonoid yang terdapat dalam makanan kedelai bertindak sebagai anti-peradangan pada paru-paru serta dapat melindungi paru-paru dari tembakau yang menyebabkan kanker bagi para perokok,” jelas Hirayama.
Menurut Hirayama, selain baik bagi paru-paru, kedelai juga bisa menurunkan kolesterol serta mengatasi gejala menopause.
l1
…………………………………………………………………………………………
3. Transplantasi:
 KOMPAS.com — Untuk pertama kalinya, para peneliti dari McEwen Centre for regenerative Medicine, University Health Network berhasil menggunakan terapi gen untuk memperbaiki paru-paru yang “rusak” sehingga digunakan untuk transplantasi kepada pasien yang membutuhkan.
Teknik ini bakal secara signifikan memacu pertumbuhan jumlah donor paru-paru dengan cara memperbaiki organ yang sebelumnya dinilai “cacat”, selain juga meningkatkan hasil transplantasi yang lebih baik.
Lewat suatu proyek Dr Shaf Keshavjee, pakar dari McEwen Centre for Regenerative Medicine, University Health Network menerapkan teknik gen ex vivo pada organ paru-paru donor sebelum digunakan untuk transplantasi. Teknik tampak sederhana dan efektif untuk memperbaiki fungsi paru-paru.
Ingin tahu bagaimana cara kerja terapi gen ini? Paru-paru donor disimpan dalam kondisi suhu tubuh normal dengan menempatkannya di sebuah kubah untuk memproteksi. Lalu, sistem perfusi paru Toronto XVIVO secara terus-menerus memompa cairan oksigen tanpa darah, protein, dan nutrisi kepada paru-paru yang “cacat” tersebut. Metode ini meniru kondisi paru pada umumnya sehingga sel-sel yang “cacat” bisa memperbaiki diri sendiri dan terciptalah sebuah paru-paru yang bagus dan bisa diaplikasikan sebagai donor.
Setelah itu, dimasukkan gen IL-10 yang bisa menghalangi respons imunitas tubuh terhadap infeksi sehingga organ yang baru ditransplantasi tidak rusak.
…………………………………………………………………………………………
4. 12 jam saja:
Bagi pecandu rokok, menghentikan kebiasaan merokok merupakan hal yang sulit. Namun ternyata, tubuh akan memperbaiki sistemnya ketika seseorang mulai berhenti merokok selama 12 jam.
Perasaan buruk akan terasa di awal, namun pada saat itulah proses penyembuhan kerusakaan akibat rokok dimulai.
Karbon monoksida dan kandungan nikotin dalam tubuh akan hilang secara perlahan.
Kandungan berbahaya tersebut akan hilang sama sekali dalam waktu 2-3 hari setelah berhenti merokok. Pada saat itu akan timbul perasaan tak tenang serta emosi yang tidak stabil. Rasa lapar , serta keletihan yang berlebihan bahkan kesulitan tidur pun terasa.Gejala tersebut menandakan bahwa tubuh sedang membersihkan sisa-sisa nikotin yang ada. Dalam 2-3 minggu sejak berhenti merokok sirkulasi tubuh akan mulai memperbaiki kerusakan pada paru-paru. Dalam jangka waktu 1-9 bulan, batuk-batuk dan nafas pendek akan menghilang. Paru-paru mulai bersih dan fungsinya kembali normal.
Gejala-gejala seperti depresi, frustasi, dan sakit kepala juga akan melanda pada awal proses penyembuhan. Namun hasilnya, Anda akan terbebas dari risiko kanker, jantung, kemandulan, dan kerusakan paru-paru. Dengan sedikit kesabaran dan niat yang keras,
Anda akan mendapatkan kualitas kesehatan yang luar biasa.
…………………………………………………………………………………………
5. Antioksidan:
Brokoli, apel, serta sayur dan buah lainnya yang kaya antioksidan bisa membantu memperbaiki dan melindungi paru-paru Anda. Satu studi telah menunjukkan bahwa paru-paru orang yang mengkonsumsi lebih dari 5 apel dalam seminggu berfungsi lebih baik dari paru-paru mereka yang sama sekali tidak mengkonsumsi apel.
Selain itu, antioksidan isothiocyanate pada sayuran seperti brokoli, tauge, serta kol bunga juga terbukti bisa menurunkan risiko kanker paru-paru.
Sayuran kol, kubis hijau dan merah berfungsi sebagai sumber nutrisi dan pelindung paru-paru. Makanan sumber nutrisi paru-paru lainnya meliputi
buah bit, wortel, ketela, labu, biji wijen, almon, aprikot, kacang, serta buah sitrus.
k1
…………………………………………………………………………………………
6. Tingkatkan kapasitas
Angka harapan hidup kita secara langsung bergantung pada kapasitas paru-paru. Jika paru-paru tidak bekerja maksimal untuk mensuplai oksigen ke seluruh tubuh, maka semua proses metabolisme akan rusak.
Satu cara efektif meningkatkan kapasitas paru-paru adalah dengan memainkan instrumen seperti saksofon, terompet, peluit, bahkan recorder. Praktek selama 10-15 menit sehari akan memperbaiki paru-paru Anda.
TSisa juga dengan tarik napas , ambil udara sebanyak2 nya lalu ditahan 2/3 detik aja(jgn lama2 ) trus keluarin sammpe bener2 abis udaranya, bagus waktu pagi. Kalo rutin bagus, bisa ngelatih paru2 + nambah kapasitas paru2
…………………………………………………………………………………………
7. kelembaban
Mucus atau lendir sering menjadi penyebab batuk kronis. Dalam sistem pengobatan China, kelemahan pada diet dan sistem pencernaan diperkirakan sebagai penyebab langsung kelembaban dan lendir yang terakumulasi di paru-paru.
Pada banyak kasus, mengurangi serta membersihkan mucus dapat meredakan batuk. Mulailah dengan berhenti mengkonsumsi makanan yang memproduksi mucus seperti produk-produk susu (khususnya es krim), makanan dingin dan mentah, makanan manis yang mengandung pemanis buatan atau tepung olahan, serta minuman ringan.
…………………………………………………………………………………………
8. Tekan disini
Dalam sistim pengobatan China, akupuntur dilakukan secara teratur untuk mengatasi masalah paru–paru. Anda bisa menstimulus titik akupuntur yang sama pada tubuh Anda dengan teknik yang disebut “acupressure”.
p
Anda tidak harus menggunakan jarum untuk menstimulus tetapi juga bisa menggunakan jari Anda. Temukan titik akupuntur yang biasa disebut dengan cubit marsh. Bengkokkan lengan Anda di siku. Titik akupuntur berada pada liputan siku, pada bagian luar otot besar di tengah-tengah titik. Tekanlah bagian tersebut dengan menggunakan jempol sampai Anda merasa lebih baik. Tahan selama 2-3 menit. Lakukan pada lengan yang lain.
…………………………………………………………………………………………
9. Jeruk Nipis
setelah di anaisis melalui alat GC-MS, air jeruk nipis mampu menurunkan kadaar nikotin hingga 70,65. Namun air jeruk nipis disini hanya alat bantu untuk dapat berhenti merokok.
…………………………………………………………………………………………
10. Minum banyak air.
Ini akan membantu untuk mengelurkan racun dan nikotin yang telah terakumulasi dalam tubuh Anda setelah bertahun-tahun merokok.

Golongan Darah AB Paling Berisiko Kena Stroke

Jakarta, Stroke terjadi ketika aliran darah di otak terganggu. Berbicara tentang darah, ternyata golongan darah tertentu lebih berisiko menyebabkan stroke dibandingkan golongan darah lainnya.

Dr. Joann Manson, Profesor Epidemiologi di Harvard School of Public Health yang juga menjabat sebagai kepala divisi Preventive Medicine di Harvard's Brigham and Women's Hospital meneliti hubungan antara golongan darah manusia dan risikonya terhadap stroke.

Seperti dilansir MedicalNewsToday.com, Jum'at (18/11/2011), ia melakukan pengamatan pada lebih dari 90.000 orang pria dan wanita selama 20 tahun lebih dan menemukan bahwa:
1. Golongan Darah tipe B berkaitan dengan peningkatan 17% risiko stroke pada wanita, tapi tidak pada pria.
2. Golongan darah AB berkaitan dengan peningkatan 29% risiko stroke iskemik baik pada pria maupun wanita.

Stroke iskemik disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah di otak. Jenis lain dari stroke adalah stroke hemoragik, yaitu pecahnya pembuluh darah yang lemah, dan Transient Ischemic Attack (TIA) atau "stroke mini" yang disebabkan oleh gumpalan sementara pada pembuluh darah.

Ketika membandingkan golongan darah AB dengan golongan darah O, Dr Manson menemukan bahwa golongan darah AB berkaitan dengan risiko stroke 28% lebih tinggi pada wanita dan 32% lebih tinggi pada pria.

Perbedaan golongan darah mencerminkan perbedaan glikoprotein pada permukaan sel darah merah yang akan mempengaruhi pekembangan sistem kekebalan tubuh. Menurut Dr Manson, perbedaan ini dapat mempengaruhi kekakuan sel darah merah sehingga beberapa jenis golongan darah lebih mudah membentuk gumpalan dan membeku daripada golongan darah lain.

Informasi ini diharapkan dapat membantu mengidentifikasi risiko stroke. Orang yang memiliki golongan darah yang berisiko stroke mungkin memiliki faktor risiko lain sehingga dapat lebih diketahui profil risiko secara keseluruhan.

Untuk selanjutnya, informasi ini juga akan berguna untuk memberi rekomendasi gaya hidup sehat melalui olahraga yang intensif dan makanan bernutrisi.

Dr Manson juga menjelaskan bahwa hubungan antara golongan darah dengan risiko stroke tersebut sebaiknya tidak dianggap sebagai peringatan bahaya, tetapi dapat menjadi satu alasan pentingnya menjaga tekanan darah dan kolesterol tetap dalam batas normal.